Foto-foto Seru Kampanye Legislatif (4) Tuesday, Mar 3 2009 

Percakapan antara caleg dan percetakan …

CALEG : Saya paling suka lagu-lagu thrash metal seperti Napalm Death, Black Sabbath, Danzig , Prong. Bisa dibuat karakter saya seperti mereka?

Percetakan : Bisa pak!

Besoknya …

CALEG : Mana gambarnya?

Percetakan : Ini pak, di bawah

untitled1

 

BREAKING NEWS !!

CALEG / HAJI / SARJANA EKONOMI TERMUDA DI INDONESIA

untitled2

 

Perkenalkan !! Bapaknya siap maju sebagai caleg. Supaya lebih komplit, anaknya pun dipersiapkan (nanti) untuk jadi caleg… sekalian numpang keren.. aji mumpung

untitled4

 

Bapak ndompleng anaknya

untitled3

 

KAMI..DARI PARTAI MEEEETAAAALLL. SALAM MEEEETAAAALLL

untitled5

Advertisements

Foto-foto Seru Kampanye Legislatif (3): “Ada-ada aja” Tuesday, Feb 24 2009 

Sambungan dari foto-foto (1) dan (2)

Ada sebuah Cerita ……

Pada suatu hari
Tukang spanduk : Pak… foto pendamping bapak apa nih untuk dicetak di spanduk?
Caleg : Saya mau sesuatu yang gagah! garang! Biar saya terkesan buas dan tidak main-main!!
Tukang spanduk : Oooh… foto bapak dan foto calon presiden aja ya pak. Kan garang tuh?
Caleg : Jangaaaan… bosen.
Tukang spanduk : Atau pendampingnya foto tokoh masyarakat lain pak?
Caleg : Duh… udah biasa ah.
Tukang spanduk : sama artis?
Caleg : nggak mau ah…

*besoknya*

Tukang spanduk : Pak…spanduknya udah jadi tuh pak!

Caleg : Mana?

Tukang spanduk : Nih, di bawah…

untitled4

Bener-bener mantap. Ngalahin spanduk di depan Taman Safari Indonesia

 

untitled2

Wahahahahahahahahaa….. NIH…. CALEG NARSIS bener. Namanya aja Dwi Nur Narsis

untitled1

Ini lagi. Belum apa-apa udah bawa-bawa GOLOK??? Wahahahaahhaha…KACAAAAAU !!!!!

untitled3

Awww….so sweet…… “memiringkan kepala ke kanan”. Maksudnya apa?

untitled5

Jangan salah.. yang disebelah kiri dan kanan itu bukan foto ayah dan ibu saya. Tapi foto saya juga. Yang satu pake kopiah…yang satu pake jilbab. OKE KAAAAN????? AYA-AYA WAE (ada ada aja)

Foto-foto Seru Kampanye Legislatif (2) : “Mirip siapa hayo??” Monday, Feb 23 2009 

Kalo postingan pertama kemarin sifatnya umum dan temanya campur baur, untuk postingan yang sekarang bertema “Mirip siapa hayo??”

Supaya ngga penasaran, silakan diamati !!

untitled1

untitled2

Yang ini nyatut foto Obama. Gak malu ya… disama-samain lagi. Terus namanya GATOT ADI WIBOWO tapi panggilannya BAMBANG???? Wah bener-bener “mendekati” ya..Mendekati apanya?
Kita lihat evolusinya : GATOT!!! TOT!! TOTB!!! OTB!!! OTB!!! OTBA!!! OBA!!!! OBAM!!! OBAMA!!! BAM!!! BAM!!! BAMBANG!!! BAMBANG!!! see? mendekati kan ?

untitled5

Kalo yang ini bukan caleg. Tapi yang bawah, baru …

untitled6

Mirip kan ?? Ya dikit-dikit lah. Setidaknya jenggot dan belahan rambutnya

.

untitled3

Nah yang ini gak mau kalah sama Gatot alias Bambang alias Obama’s long lost brother (lihat di atas).. Dia nyatut foto Beckham. Lebih besar fotonya si Beckham pula dari fotonya.. Gak pede ya mas? Wajah sih ngga mirip. Keternaran juga ngga mirip. Yang mirip cuman nomer doang. Nomer lama lagi waktu di MU dan Timnas Inggris.

untitled4

Tampaknya ada rebut-rebutan Beckham nih antara mas Yudha dan mas yang mirip Nintendo Wii character dari partai Golkar ini. Sudah minta ijin belon ma Beckham untuk muat fotonya?? Kalo ketahuan bisa dituntut lho !!

……………bersambung

Foto-foto Seru Kampanye Legislatif (1) Saturday, Feb 21 2009 

Dalam rangka menyukseskan pemilu legislatif 9 April 2009 nanti, saya kumpulkan foto-foto seru kampanye mereka. Ada yang konyol, lucu, terkesan berlebihan, dan …. Pokoknya seru dech. Foto ini dikumpulkan dari web, email, blog dan jepretan lainnya. Selamat menikmati !!

 

untitled4

Hebat banget!! Dirinya menyejajarkan dengan Superman ?? Semoga aja

untitled1

Kalo ini, yang kampanye, ortunya atau anaknya?? Perhatikan kata “PAPANYA CYNTHIA LAMUSU”. Tau kan? Istrinya Surya Saputra itu loh. Lagian fotonya nanggung, ngga “dibuka” aja sekalian!!

untitled3

Nah ini, udah almarhum masih aja ditaro di spanduk. Terus mukanya diputihin pula lagi jadi mirip hantu jepang yang mukanya rata. Lokasinya bikin serem, ada batang pohon pisang segala. Mau bikin film baru yang judulnya HANTU CALEG? Call Raam Punjabi aja! Ntar langsung ditolak. Pasti ngga laku!

untitled5

Nah kalo yang ini, kampanye bawa-bawa kakek moyang, embah, dan turunanannya. Yang mau jadi caleg siapa? Ente ato mbah moyangnya?

untitled2

Ini nih! Tulisannya rame banget! sampe pusing mbacanya. Perhatikan tulisan “CALON LEGESLATIF”. Nulis LEGISLATIF aja salah. Juga tulisan “KARNA”. Kumisnya, bikin ngga tahan!!! Mukanya putih banget! Pasti pake Tje Fuk… atau bedak bayi

Ikuti foto-foto seru lainnya di edisi berikutnya !!!!

Termehek-Mehek: Reality Show Yang Tidak Realistis Sunday, Feb 15 2009 

Baru aja, 1 jam yang lalu, saya menyempatkan menonton TV. Ada acara yang membuatku penasaran, yaitu Termehek-Mehek di Trans-TV. Acara ini diklaim punya rating cukup tinggi. Dan sampai saat ini dianggap menjadi “reality show” dengan share penonton cukup tinggi juga. Tapi ada kesan bahwa acara tersebut tidak realistis. Hal ini dibuktikan dengan suara dari target yang begitu jelas terdengar. Berati si target diberi microphone. Begitu juga pencahayaannya. Dan mimik wajah dari para pelaku tidak realistis. Artinya acara ini bukan reality show, tapi “scenario show”.

Dibawah ini saya lampirkan sebuah analisa dari nusantaranews tentang Termehek-Mehek.

———

Termeheh-Mehek : Reality Show = Liar Show?
Yah, itulah judul yang tepat untuk acara-acara yang berembel “reality show” yang marak di stasiun TV swasta Indonesia baru-baru ini. Karena ratingnya bagus, maka pengelola stasiun TV seperti dikejar setan untuk terus memproduksi dan menayangkan “reality show”. Perlu diingat bahwa reality show sesungguhnya merupakan tayangan dari kisah nyata, tanpa rekayasa dan skenario.

Namun, pada kenyataan beberapa tayangan dengan embel ‘reality show’ jelas merupakan skenario yang dibuat dan diperankan layaknya sinetron gaya baru. Sebut saja ‘liar show’ yang booming sejak beberapa bulan yang lalu, yakni ‘TERMEHEK-MEHEK”. Menurut saya sendiri, pada awalnya acara ini memang ‘reality show’ yang lebih cenderung menampilkan konflik keluarga. Namun, beriringnya waktu dan habisnya kisah nyata yang akan diangkat, maka producernya pun tancap gas berubah haluan 180 derajat, dari konsep “reality show” kini disetir menjadi “liar show” (kisah bohong).

Jika kita menyimak dengan telaten dan mengupas secara mendalam isi acara tersebut, terlihat bahwa acara “Termehek-Mehek” lebih banyak yang ceritanya dibuat-buat, penuh rekayasa dan sekedar mengejar rating. Meskipun tidak tertutup kemungkinan bahwa ada beberapa episode ‘termehek-mehek’ yang merupakan kisah nyata. Saya merasa percaya dengan dugaan saya setelah sempat menyimak episode ‘orang tuanya pemabuk”, “orang gila korban kerushan 98?, “kisah kembar”, dan masih lagi, maka secara gamplang dapat saya katakan bahwa itu hanya skenario belaka.

Berikut beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan saya:

* Kok, si objek/target/sasaran sudah didandan? Harusnya namanya reality show, tentu si objek/sasaran tidak sempat berdandan atau make-up
* Volume suara target/objek terdengar jelas dengan pihak lain. Bukankah si target diberi mikrofon juga?
* Mengapa jika si A sudah menduga ada apa si B, tidak langsung mencari sendiri bersama teman atau kerabatnya. Kenapa si A mau membeberkan aib dalam keluarganya?
* Tokoh pemerannya (objek atau subjek) rata-rata “camera face”, enak dipandang oleh penonton..
* Adegan (karena skenariotis) gak Alami. Contoh : tidak pernah terjadi kecelakaan (serempatan) saat kejar-kejaran pake mobil. Masyarakat hanya menjadi penonton ketika terjadi perkalian. Tidak ada korban yang babak belur karena berkelahi.
* Merendahkan martabat kepolisian ketika terjadi kerusuhan ataupun tersangka kejahatan. Kok polisi gak ada, padahal gak jauh dari tempat kejadian (atau shooting?) ada kantor polisi?
* Kisahnya tampak tidak masuk akal. Dan selalu memiliki topik yang tidak jauh berbeda. Menimbulkan konflik, ekspresi kesedihan, hingga klimak dengan “pertempuran sengit” yang membuat mata penonton tidak berkedip.

Nah, jika ini benar bahwa hanyalah skenario, apa sih salahnya mereka menampilkan tagline bahwa tayangan ini hanyalah skenario, bukan kisah nyata. Itu jauh lebih elegan, jangan hanya mikir uang dan rating donk. Hal kedua, kisah-kisah yang diangkat pun selalu membuka aib dan kelemahan pribadi manusia. Bagaimana Indonesia bisa bangkit kalo sering disuguhi dengan materi negatif?

Selain termehek-mehek, beberapa acara dengan tajuk ‘reality show’ yang teridentifikasi ‘liar show’ adalah “Playboy Kabel”, “Orang Ketiga”, “Cinta Patut Dipuji” dan masih banyak lagi. Meskipun ini sekedar kecurigaan, namun tayangan-tayangan ini patut mendapat perhatian dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai regulator penyiaran Indonesia, menyelidik maraknya siaran yang bertajuk “reality show” namun sesunguhnya hanyalah skenario penuh kebohongan. Jelas hal ini harus ditindak secara hukum mengingat ini merupakan kebohongan publik yang terstruktur dan sistematis.

Jika keluhan kita tidak didengar, lebih baik kita boikot stasiun TV yang masih menayangkan acara-acara yang penuh kebohongan sismatis. Dan tidak kalah pentingnya, kita boikot juga produk sponsor pada acara yang penuh kebohongan. Sehingga lambat laun, sponsor pun memikir berkali-kali sebelum mengiklankan produknya, dan akhirnya secara bertahap, program ‘liar show’ akan mati dengan sendirinya.

Setelah Ponari Jombang, Datang Ubin Panas Bogor Saturday, Feb 14 2009 

Aya-aya wae (Sunda: ada-ada saja). Di Gunung Sindur Kab.Bogor ditemukan rumah dengan ubin yang tidak biasanya.Ubin tersebut terasa panas, dan dipercaya oleh masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Masyarakat pun berbondong-bondong ingin melihat (sekaligus) mencoba pengobatan dengan ubin panas tersebut. Hal ini kembali menjadi ujian keimanan dan kecerdasan masyarakat terhadap fenomena instan thd. pengobatan alternatif pasca pengobatan ala Ponari Jombang. Saya cuplikan berita dari okezone.com.

————–

Ramainya warga yang percaya kesaktian dukun cilik Ponari di Jombang Jawa Timur, berdampak pada fenomena ubin lantai di salah satu rumah warga Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Hingga Sabtu (14/2/2009), ratusan orang berbondong-bondong untuk mengobati penyakit mereka.

Rumah Juju, di Desa Padurenan RT 01 RW 03 Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Jawa Barat, terus menerus didatangi pasien, khususnya yang berdomisili di Jabodetabek. Mereka ingin mengetes keajaiban empat buah ubin lantai yang berada di ruang tamu rumah Juju ini.

Banyaknya pasien yang datang, membuat pemilik rumah harus menyempatkan waktu terapi sekira 10 menit per orang.

Beberapa pasien mengatakan, mereka hanya berniat mencari berkah untuk mengobati penyakit yang mereka derita selama bertahun-tahun. Hasilnya, setelah masing-masing menjalani terapi, langsung merasakan perubahan signifikan. Penyakit mereka berangsur-angsur pulih.

Percaya atau tidak, munculnya keajaiban di lantai rumah ini terjadi sejak enam hari lalu, saat pemilik rumah menderita sakit asam urat akut. Ketika kedua kakinya tidak dapat digerakan lagi, dengan doa dan niatnya yang menginginkan kesembuhan, tiba-tiba saja lantai itu panas dan penyakitnya hilang.

Fenomena alam ini, belum dapat dipastikan secara ilmiah karena masih dalam tahap penelitian Dinas Pertambangan Kabupaten Bogor. Pihak Dinas Pertambangan pun sudah mengambil sampel berupa air dan tanah dari rumah tersebut.

Keajaiban ini untuk sementara masih dianggap sebagai berkah yang dapat dinikmati sebagai pengobatan alternatif bagi masyarakat. Pemilik rumah, memasang tirai untuk pasien wanita yang ingin menjalani terapi secara khusus. Tidak ada pungutan untuk mencoba lantai panas ini. Hanya disediakan sebuah kotak kecil bagi para pasien yang ingin menyumbang ala kadarnya

Desaku Terserang Virus Flu Burung Friday, Feb 13 2009 

Hebooh..hebooh. Di desa tempatku dilahirkan, yaitu Desa Bektiharjo Kec.Semanding Kab.Tuban ditemukan ayam yang mati mendadak, dan dideteksi terserang virus H5N1, penyebab flu burung. Berita ini ditemukan dari okezone.com dan nanya sana-sini, terutama keluarga di rumah. Daerah yang terkena pun cukup jauh dari tempat tinggalku, tapi tetap satu desa.

Memang benar ayamnya terserang virus, tapi tidak sampai pada menyerang manusia dan menyebabkan kematian manusia. Ya syukurlah kalo gitu. Tinggal proses pembersihan dan penetralan tempat sekitarnya. Semoga tidak menyerang manusia.

Spanyol (Memang) “Rajanya” Eropa Friday, Feb 13 2009 

Melihat hasil pertandingan Laga Persahabatan antara Inggris Spanyol tadi pagi, harus diakui bahwa SPanyol unggul segala-galanya. Skor 2-0 membuktikan bahwa visi permainan Spanyol yang dikomandani Xavi di tengah, membuat Inggris tak berdaya. Hasil ini memperkuat posisi/kedudukan Spanyol sebagai Raja Eropa.

Mereka (Spanyol) unggul di kemampuan individu, kerjasama, dan semangat. Hal ini pun diakui oleh Vicente Del Bosque. Sebaliknya, Inggris yang tak terkalahkan dari 8 pertandingan, harus belajar dari pertandingan. Mereka harus segera berbenah sebelum mencanangkan menjadi juara dunia 2012. Fabio Capello akan segera berpikir ulang mengenai formasinya. Tanpa Gerrard, mereka dikalahkan Spanyol. Artinya peran seorang Gerrard sangat vital di Tim Inggris.

Ketika tim-tim besar lain keok, Spanyol justru menang. Inggris KO, Perancis dihabisi Argentina dengan skor sama 2-0. Italia juga dikandaskan Brazil 2-0. Jerman pun kandas di tangan Norwegia dengan skor 1-0.

Heboh Ponari, “Si Dukun Cilik” Thursday, Feb 12 2009 

Tulisan ini saya kasih judul heboh karena faktanya emang heboh, setidaknya di wilayah Jombang dan sekitarnya. Ya, dialah Mohamad Ponari, bocah 9 tahun yang baru duduk di kelas 3 SD. Dia dianggap sebagai “orang sakti”, dimana kesaktiannya “jatuh dari langit”. Setidaknya itulah anggapan orang. Dengan batu ajaibnya dia disinyalir dapat menyembuhkan segala jenis penyakit. Benar-benar hebat.

Terlepas dari “kehebatan” Ponari, seharusnya dunia kedokteran modern, rumah sakit, puskesmas, dan dokter-dokter umum, harusnya menangkap sinyal ini sebagai ketidakberdayaan masyarakat akan mahalnya kesehatan. Mereka seakan-akan terlena dengan biaya pengobatan yang murah meriah dan hasilnya “mak nyus” daripada harus menuntut birokrasi rumah sakit yang ribet ditambah biaya yang ngga terjangkau. Mereka lebih senang antre berjam-jam daripada ngeluarin duit lebih.

Di samping itu, kultur masyarakat yang masih meyakini pengobatan alternatif yang sifatnya instan masih banyak dianut masyarakat. Dan masih banyak hal-hal lain yang masih mendera masyarakat Indonesia.

Itulah potret (sebagian) masyarakat di Indonesia. Bagaimana pemerintah??

Review Buku “10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI NOL” Thursday, Feb 12 2009 

Dear all…

Just info semoag bermanfaat.. Di Gramedia ada buku tentang entrepre-neurship yang saya kira menarik, berisikan kiat dan kisah2 dalam membangun usaha.Saya kira ini perlu, khususnya bagi yang ingin mandiri berwirausaha, entah kini atau suatu saat nanti. Buku itu berjudul ” 10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI O (NOL)” — disusun Sudarmadi dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Buku ini mengulas pengalaman-pengalaman riel, kiat-kiat, cara dan rahasia sukses 10 pengusaha besar yang sudah terbukti sukses membangun bisnis dari nol.

Mereka ini pengusaha2 yg sukses karena perjuangannya sendiri, bukan bisnis warisan ortunya sehingga sisi pembelajarannya cukup banyak.

Saya kira buku ini menarik karena 10 pengusaha yang diulas punya bidang bisnisa berbeda2. Ada yang bisnisnya terkait fashion, aparel, tas, sepatu, tambang, jasa kurir/logistik, perikanan, jasa konsultan hukum/law firm, lelang, pertambangan (wireline), main dealer mobil/motor, perkebunan dan consumer good. Rata-rata karyawannya sudah ribuan. Mereka bercerita rahasia suksesnya dan prinsip dasar untuk merintis dan membesarkan bisnis. Buku ini cukup tebal, 390-an, warna sampul hijau.

Diantara yang diulas, pengusaha tas dari Bandung pemilik tas merek Exsport, Eiger, Bodypack (dll) yang ternyata dia itu waktu memulai modalnya nggak sampai Rp 1 juta, namun kini omsetnya sudah ratusan miliar dan karyawannya 2.000 orang (belum termasuk ribuan pengrajin plasma yang diajak). Orang ini bercerita panjang-lebar kenapa sukses dan bagaimana sulitnya dulu dia menembus untuk bisa diterima sebagai pemasok di jaringan Matahari dan Ramayana.

Juga ada pengusaha perikanan yang dulunya bisa bisa kuliah karena ngajar privat di SMA-SMA — orang tuanya nggak mampu — namun kini karyawannya 5.000 orang. Ada juga mantan karyawan Astra yang kini sukses mengelola usaha sendiri dan karayawannya 9.000 orang. Padahal pengusaha sepatu ini awalnya hanya penjaga gudang di Batik Semar. Orang ini kepercayaan Nike di Indonesia.

Ada juga pengusaha kurir yang usianya belum genap 40 tahun namun sudah punya karyawan 2.000 orang. Orang ini dulunya supervisor di Dinners Club yang kemana2 gelantungan naik bus kota, tapi sukses membangun bisnis kurir dengan modal jual cincin mas kawin. Disini juga ada pengusaha sukses bidang pertambangan yang ketika memulai usaha hanya lulusan SMA.

Saya kira ini buku yang relevan. Jarang ada 10 pengusaha diulas bareng dalam satu buku. Mereka bercerita tentang apa sebenarnya yang membuat mereka bisa sukses, rahasia dan inti2 pentingnya. Yang pasti buku ini sudah ada toko2 buku besar seperti Gramedia dan Gunung Agung.

Bagi keluarga yang telah sukses dan telah punya bisnis sendiri, buku ini saya kira bisa menjadi tool belajar yang bisa diberikan ke putra-putrinya. Orang tua seringkali malah sungkan mem-briefing anak2nya sendiri tentang ilmu2 seperti ini, bisa juga karena kesibukannya. Salah satu caranya, ya dikasih saja buku semacam ini (buku dari mereka2 yang sudah terbukti sukses membangun bisnis).

Next Page »