Heboh Ponari, “Si Dukun Cilik” Thursday, Feb 12 2009 

Tulisan ini saya kasih judul heboh karena faktanya emang heboh, setidaknya di wilayah Jombang dan sekitarnya. Ya, dialah Mohamad Ponari, bocah 9 tahun yang baru duduk di kelas 3 SD. Dia dianggap sebagai “orang sakti”, dimana kesaktiannya “jatuh dari langit”. Setidaknya itulah anggapan orang. Dengan batu ajaibnya dia disinyalir dapat menyembuhkan segala jenis penyakit. Benar-benar hebat.

Terlepas dari “kehebatan” Ponari, seharusnya dunia kedokteran modern, rumah sakit, puskesmas, dan dokter-dokter umum, harusnya menangkap sinyal ini sebagai ketidakberdayaan masyarakat akan mahalnya kesehatan. Mereka seakan-akan terlena dengan biaya pengobatan yang murah meriah dan hasilnya “mak nyus” daripada harus menuntut birokrasi rumah sakit yang ribet ditambah biaya yang ngga terjangkau. Mereka lebih senang antre berjam-jam daripada ngeluarin duit lebih.

Di samping itu, kultur masyarakat yang masih meyakini pengobatan alternatif yang sifatnya instan masih banyak dianut masyarakat. Dan masih banyak hal-hal lain yang masih mendera masyarakat Indonesia.

Itulah potret (sebagian) masyarakat di Indonesia. Bagaimana pemerintah??

Advertisements

Review Buku “10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI NOL” Thursday, Feb 12 2009 

Dear all…

Just info semoag bermanfaat.. Di Gramedia ada buku tentang entrepre-neurship yang saya kira menarik, berisikan kiat dan kisah2 dalam membangun usaha.Saya kira ini perlu, khususnya bagi yang ingin mandiri berwirausaha, entah kini atau suatu saat nanti. Buku itu berjudul ” 10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI O (NOL)” — disusun Sudarmadi dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Buku ini mengulas pengalaman-pengalaman riel, kiat-kiat, cara dan rahasia sukses 10 pengusaha besar yang sudah terbukti sukses membangun bisnis dari nol.

Mereka ini pengusaha2 yg sukses karena perjuangannya sendiri, bukan bisnis warisan ortunya sehingga sisi pembelajarannya cukup banyak.

Saya kira buku ini menarik karena 10 pengusaha yang diulas punya bidang bisnisa berbeda2. Ada yang bisnisnya terkait fashion, aparel, tas, sepatu, tambang, jasa kurir/logistik, perikanan, jasa konsultan hukum/law firm, lelang, pertambangan (wireline), main dealer mobil/motor, perkebunan dan consumer good. Rata-rata karyawannya sudah ribuan. Mereka bercerita rahasia suksesnya dan prinsip dasar untuk merintis dan membesarkan bisnis. Buku ini cukup tebal, 390-an, warna sampul hijau.

Diantara yang diulas, pengusaha tas dari Bandung pemilik tas merek Exsport, Eiger, Bodypack (dll) yang ternyata dia itu waktu memulai modalnya nggak sampai Rp 1 juta, namun kini omsetnya sudah ratusan miliar dan karyawannya 2.000 orang (belum termasuk ribuan pengrajin plasma yang diajak). Orang ini bercerita panjang-lebar kenapa sukses dan bagaimana sulitnya dulu dia menembus untuk bisa diterima sebagai pemasok di jaringan Matahari dan Ramayana.

Juga ada pengusaha perikanan yang dulunya bisa bisa kuliah karena ngajar privat di SMA-SMA — orang tuanya nggak mampu — namun kini karyawannya 5.000 orang. Ada juga mantan karyawan Astra yang kini sukses mengelola usaha sendiri dan karayawannya 9.000 orang. Padahal pengusaha sepatu ini awalnya hanya penjaga gudang di Batik Semar. Orang ini kepercayaan Nike di Indonesia.

Ada juga pengusaha kurir yang usianya belum genap 40 tahun namun sudah punya karyawan 2.000 orang. Orang ini dulunya supervisor di Dinners Club yang kemana2 gelantungan naik bus kota, tapi sukses membangun bisnis kurir dengan modal jual cincin mas kawin. Disini juga ada pengusaha sukses bidang pertambangan yang ketika memulai usaha hanya lulusan SMA.

Saya kira ini buku yang relevan. Jarang ada 10 pengusaha diulas bareng dalam satu buku. Mereka bercerita tentang apa sebenarnya yang membuat mereka bisa sukses, rahasia dan inti2 pentingnya. Yang pasti buku ini sudah ada toko2 buku besar seperti Gramedia dan Gunung Agung.

Bagi keluarga yang telah sukses dan telah punya bisnis sendiri, buku ini saya kira bisa menjadi tool belajar yang bisa diberikan ke putra-putrinya. Orang tua seringkali malah sungkan mem-briefing anak2nya sendiri tentang ilmu2 seperti ini, bisa juga karena kesibukannya. Salah satu caranya, ya dikasih saja buku semacam ini (buku dari mereka2 yang sudah terbukti sukses membangun bisnis).